Mengenai Saya

Foto saya
•nice ?? •cute ?? •sweet ?? •funny ?? •easy going ?? •simple ?? •sexy ?? •childish ?? •interesting ?? •crazy ?? •smart ?? •multi talent ?? •arrogant ?? •lazy ?? •don't care with anything ??

Daftar Blog Saya

Minggu, 26 Juli 2009

You Always In My Heart

“Aduh sebel banget deh.. masa’ hampir setiap ulangan matematika pasti remedial, ih.. yang bodoh saya apa gurunya, soalnya saya nggak pinter-pinter, dan guru saya juga nggak berhasil buat saya pinter,” guman Icha saat dikamar sambil menatap hasil ulangannya. Mendadak HP Icha berdendang Ria, ternyata SMS dari fans yang ke-360 masuk (ah.. kentara nich, penulisnya boong, hehe..). “met sore gi Ngaps niCh manis?” berhubung si Icha-nya narsis pantium 9 jadi kalau dipuji tambah menjadi-jadi, “ah.. saya nggak punya pulsa, males ah…” uh.. mungkin memang patut diakui kalau Icha memang manis and menarik, walau ada yang bilang dia itu sedikit TOMBOY. Tapi Icha orangnya simpleeeee………….banget, trus cuek abis, kaya’ orang yang nggak punya masalah.
Siswi SMA kelas X ini, memang anak yang super cuek dengan semua hal, tapi Alhamdulillah nilainya nggak buruk-buruk amat, aman-aman aja.

Keesokan harinya
Malam minggu nich.. paling asyik ngumpul bareng ma temen-temen. Tapi kaya’nya sekarang Icha cuma berdua aja deh dengan Thyty, trus sisanya cowok-cowok yang ikutan ngumpul di tempat yang sama. Nggak lama temen Icha yang namanya Firman datang, bawa pasangan baru, maksudnya partner baru, soalnya biasanya dia datangnya sama Yoga atau Indra. Nggak lama ngumpul bareng, Firman nyuruh Icha kenalan sama temennya, ya udah, Icha ngejulurin tangannya “Icha,” “Ardy.” Perkenalan yang simple tapi mungkin bakalan jadi bermakna.

Waktu terasa semakin berlalu, ah.. ini sich lagu. Icha masih terus denger suara-suara yang berbeda-beda, maksudnya banyak dapet salam dari cowok-cowok, kalau masalah salam dari Yoga sich udah biasa, soalnya udah disampaikan dengan beberapa orang. Tapi yang bikin kaget, Icha dapat salam simpati dari Ardy (kok bukan salam XL sich?). terus Icha nge-respon dengan sangat baik. Ce..ille.. pandangan pertama awal aku berjumpa. Nggak lama berawal dari salam-salaman semua semakin nyebar luas (tapi cuma di temen ngumpul-ngumpulnya Icha hehe..). Ardy sekarang lebih sering muncul kalau Icha lagi ngumpul sama temen-temennya. Aduh…… Icha jadi kelepek-kelepek dech gara-gara Ardy, jadi down, jadi aneh dech pokoknya. Tapi tetep aja kalau ketemu cuma senyum-senyum doang, kalau ngomong pun palingan cuma sepatah-dua kata.

Nggak lama kemudian
Icha sama temen-temennya ngerencanain buat jalan rame-rame, sambil pergi No-Mat gitu dech, dan gilanya Ardy juga ikut, ya mau nggak mau Yoga mesti ngalah, soalnya semuanya udah pada bagi-bagi formasi si ini dibonceng ini, si ini sama ini, dan lain-lain, ada yang cewek sama cewek, cowok- sama cowok, dan cewek sama cowok, susah sich.. nggak semua ceweknya bisa ngendarain motor. Dan Icha kebagiannya sama Ardy (aduh…. So sweet).
Tiba dech.. waktunya, aduh semuanya kok pada nga-ret sich,, dan lebih gilanya yang pake jam karet itu malah yang cowoknya, apa mereka luluran dulu ya, terus Pedi-Medi?, cape’ nunggunya. Tapi akhirnya tiba juga, aduh Icha tegang nich.. mana mesti sama Ardy, dag-dig-dug-dag-dig-dug, suara jantung apa gendang ya?, terus Icha kaku banget. Awal perjalanan sich mulus-mulus aja, tapi lama-kelamaan hujan turun membasahi dunia, memberi rasa dingin yang menusuk hingga ke jiwa, ye.. ini sich puisi. Terpaksa Icha sama Ardy mesti berteduh dulu, tapi ke pisah dengan temen-temen yang lain. Aduh Icha ngerasa boring banget, bayangin mesti berdua dengan orang yang belum begitu dikenal, di tempat berteduh yang nggak enak lagi, mau ngomong apa ya?, mendadak sikap care-nya Ardy muncul, “Cha’ jangan jongkok nanti kena hujan!”, “Cha’ kedinginan nggak?, kalau kedinginan bilang ya!.” Ah.. pokoknya macem-macem dech!, tapi Icha tetep aja boring, bahkan Icha sempat ajak pindah tempat karena Icha nggak suka disitu, selain banyak orang, sempit, terus becek. Tapi mau gimana lagi hujannya nggak berhenti-berhenti.
Nggak lama hujannya agak reda, jadi Icha sama Ardy lanjut jalan lagi, uh… BeTe-nya sampai disana penuh, banyak orang, terus kehabisan tiket, aduh… sial banget nich! cuma datang buang kentut doang, gara-gara hujan nich jadi nyampe’nya kelamaan. Tapi selain buang kentut semuanya pada makan dulu terus pulang.
Dalam perjalanan pulang Icha udah nggak kaku lagi, jadi lebih santai dech..!, dan tau nggak yang jadi bahan cerita apa?, jawabannya IDENTITAS, secara, belum kenal akrab dan tentunya nggak tau satu sama lain.

***

Ah... masalah hujan-hujan itu udah jadi memory tersendiri dech buat Icha, ehm.. nggak tau kalau Ardy, tapi kaya’nya demikian, terus sekarang mereka sering sms-an lho!.
Tapi selang beberapa lama, ternyata Ardy udah punya seseorang yang mengisi hari-harinya, jadi maksudnya deketin Icha itu apa?, mau jadiin Icha yang kedua, terpaksa Icha agak menjauh.
Karena sama-sama seperti menjauh, Yoga mendekat lagi dech.. tapi Icha nggak bisa bohongin dirinya kalau Ardy itu masih ada di hatinya, Yoga sich.. berharap lebih dari Icha, tapi nggak lama kemudian, ada temennya Firman yang namanya Beni ngedeketin Icha, sebenarnya baru kenal juga sich.. Icha pake pelet kali ya?, dan Yoga ngalah lagi, tapi karena nggak tahan Yoga ngungkapin semuanya, dan akhirnya Icha ada feeling, udah mulai care dan dia nerima gitu aja, akhirnya Icha jalan dech sama Yoga, ada rasa nggak enak sich.. sama Beni, tapi akhirnya Icha sama Beni udah jadi partner yang ok terus semakin akrab.

Semua berlalu, perlahan Ardy pudar, tapi Icha belum sepenuhnya punya hati buat Yoga. Sekarang Icha sama Yoga udah lama jalan, sempat saat Icha lagi pengen sama Yoga, Ardy mendadak hadir kembali, mungkin terlihat lebih cuek, tapi saat itu Icha ngerasa kangen juga pengen ngeliat Ardy lagi, tapi sayang, cuma sapaan kecil yang terucap.

Ending
Kenapa semua terlambat, ternyata Ardy udah berakhir dengan seseorang yang sempat mengisi hari-harinya itu, dan Ardy sempat curhat ke Thyty kalau dulu memang dia punya pacar, tapi hatinya buat Icha, dan sampai detik ini dia nggak bisa lupain Icha, apa lagi dia juga ngerasain sakit hati yang sempat dirasakan Icha, kalau dia masih belum bisa nerima seutuhnya Icha jalan sama Yoga, dan mungkin Yoga nggak tau kalau hati Icha cuma buat Ardy, Icha tetep berharap, semoga Ardy tau kalau Icha menyimpan perasaan yang sama, tapi Icha nggak pernah mau nyakitin Yoga, dia akan tetep nunjukin simpatinya dan menjalani hari-harinya bersama Yoga, dan Icha akui kini Yoga telah mengisi hatinya, but don’t worry “Icha still loving you Ardy.”

Liburan Seru Bareng IM3

IM3, merupakan salah satu kartu perdana dari Indosat yang sangat digemari para muda-mudi, tentunya selain karena tarif nelpon dan sms-nya yang murah, internetan dengan IM3 juga seru abiiis. Lagi-lagi IM3 membuat suasana jadi lebih seru, IM3 bukan Cuma bisa ngasi tarif murah aja, IM3 juga bisa ngadain event yang seru buat para pelajar di 10 kota besar di Indonesia. Yaitu, IM3 Mobile Academy. Yang buat event ini makin seru, karena ada aku, hehe.

IM3 Mobile Academy merupakan acara liburan bareng IM3, dan pastinya liburan ini benar-benar diwarnai dengan keceriaan, semua pelajar yang cakep-cakep dan cantik-cantik serta berbakat ikut berkumpul disini, kita semua dapat banyak pengalaman yang hebat. Liburan ini juga, bakalan jadi liburan yang paling berkesan, yang buat kita semua dapat memperluas pergaulan dan wawasan. IM3 memang cerdas, karena event-nya ini mampu mengumpulkan pelajar-pelajar dari tanah airku tercinta Indonesia, yang buat kita bisa saling tukar pikiran. Terima kasih IM3.

OUT BOUND WAJAH PELAJAR SULSEL 2009

Hari itu tepatnya tanggal 30 November 2008, hari itu hari Minggu yang sangat cerah. 50 besar wajah pelajar harus mengikuti seleksi selanjutnya hari itu. Kita semua berkumpul di Pizza Ria Café untuk mengikuti beberapa tes. Sebelum tes berlangsung, kita semua melakukan pemotretan di lapangan karebosi dengan menggunakan seragam sekolah. Pemotretan itu diulang berkali-kali, menurutku dengan alasan yang tidak jelas. Sempat karena beberapa peserta belum datang, kita semua berfoto-foto dengan gaya patung, kurang sensasi, tapi itulah seninya, dan dari situlah saya dan teman-teman mendapat pengalaman baru.
Setelah pemotretan, kita semua berkumpul lagi di Pizza Ria Café, kita semua pun mengganti pakaian, semua seragam menggunakan kaos putih dan celana jeans panjang, tentunya sepatu cats, supaya terlihat lebih sporty. Setelah itu semuanya pada makan, mengisi perut yang kosong dengan aneka cemilan dan tentunya makanan berat, membasahi kerongkonganku dengan berbagai minuman yang berasa maupun tidak. Dan sekedar untuk menghilangkan keringat yang mengucur-ngucur setelah pemotretan di gunung yang sangat panas, yah.. lebih kurangnya saya menganggap seperti itu.
Perut yang kosong pun sudah terisi dan kerongkonganku yang tadinya kering, kini lembab. Kita semua duduk dibuat berjauh-jauhan, saling membelakangi dan menatap sesekilas. Waktunya tes tertulis tiba, bayanganku mengenai soalnya sangat berbeda, semua yang kupikirkan bertolak belakang, uh… rasanya mau ketawa tapi nggak lucu, mau teriak nggak enak, mau diem aja nanti disangka bisu, ya.. sudah hanya sedikit berkomentar, “hm….. lumayan sulit!” itulah yang terlontar dari bibir manisku. Soal itu terdiri dari 50 nomer, dan termasuk pelajaran SMP bahkan SD, detik itupun saya merasa otak ini sudah amnesia dan kaku untuk pelajaran itu, walaupun ada juga pengetahuan umum. Setelah selesai, saya dan beberapa peserta lain sibuk membahas soal tadi. Dan yakin, banyak salah, tapi saya bersyukur karena dari hal itulah saya dapat pengalaman baru dan latihan UAN.
Saat penjelajahan pun tiba, seakan ingin berkata peta dan peta seperti Dora, karena kita semua akan melakukan perjalanan yang akan membuat kulitku semakin terlihat exotis, kugunakan kata exotis agar tidak terlalu memojokkan warna kulitku. Dan kita pun berbaris bak anak pramuka dan paskibra, tapi tanpa pemimpin yang tegas dan pasukan yang rapi tentunya.
Perjalanan pun dimulai, peta berkata, first destination, kita semua ke lapangan segitiga, lapangan itu terletak di Jalan Balaikota, dan didepan sebuah kantor yang berdiri dibawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, yah… itulah kantor ayahku, jadi tidak heran, dari kecil saya sering bermain di lapangan segitiga itu. Dalam perjalanan yang terik, tiba disana, semua tepat berdiri dibawah pohon, mungkin semua takut kulitnya dimanjakan oleh sang surya yang akan membuatnya semakin exotis. Disana ada Rama dan Sinta, Romeo dan Juliet, serta Dora dan Boots, itulah dua insan manusia yang sedang berbagi cerita cinta dan roman yang takkan pernah terlupakan dibawah pohon rindang dan sejuk dan duduk diatas beberapa tempat duduk yang mungkin sengaja didesain untuk mereka, yang mereka anggap mungkin sedang duduk diatas awan.
Ditempat itu sudah banyak berubah, air mancur yang dulu turun begitu deras, kini tinggalah lumut, tempat yang dulunya bersih, kini dihiasi oleh sampah-sampah yang berkilauan. Semestinya beberapa pasang insan manusia yang sering bernaung disana harus membersihkan dulu baru berbagi cinta. Ada pula lelaki slengean dengan rambut gimbal, yang kusangka adalah seorang rasta man, ternyata bukan, dia seseorang yang perlu disantuni mungkin, seseorang yang memiliki gangguan jiwa.
Temanku pun sampai ada yang pingsan saking terharunya melihat keadaan rasta man itu, atau mungkin karena cuaca sangat panas, dan detik itu juga, kuberi dia minum, yang dimana minum itu juga bukan punyaku. Tapi demi teman, baiklah, kuberi kau mata air untuk menyejukkanmu.
Perjalanan pun dilanjutkan, kita semua berjalan seakan mau demo, dengan membawa spanduk sherly’s magazine, sesekali kuteriakkan, “turunkan harga minyak wangi!” dan berharap ada pemerintah yang mendengar asumsi rakyatnya detik itu. Next destination, kita semua menuju ketempat bersejarah di kotaku tercinta Makassar, yaitu Fort Rotterdam, tempat yang memberi kesan baru. Mungkin memang cuaca sangat panas, tapi saya sangat menikmati, kita semua berkeliling, dan berfoto-foto. Dan lucunya lagi, ada bule yang dihampiri oleh temanku, maybe all my friends thinks they were friendly, tapi ternyata tidak, hm… padahal kalau mau sapa bule nggak perlu jauh-jauh, salah satu juri ada yang mengaku sebagai bule yang sangat tampan.
Setelah itu, kita semua melanjutkan perjalanan, banyak hal yang dapat diperoleh di fort Rotterdam, tapi tidak semua mampu kujelaskan. Sangat berkesan sehingga sulit dihaturkan dengan kata-kata. Akhirnya kita semua pun berkumpul diluar, sebagian peserta membeli minum, dan sang photographer kita yang sempat dianggap rese’, beli es teler nggak bagi-bagi. Tapi itulah hal yang membuatku mendapat inspirasi untuk menulis semua ini. Kita semua pun berjalan menuju tengah kota Makassar, dari situ jelas terlihat kotaku, yang kuanggap masih ada kekurangannya, kurang berwarna dan berasa, dan saat dijalan, got yang begitu besar dipinggir jalan terlihat sangat tidak sehat dan beraroma terapi yang mampu membuat hidung mancung ini menjadi pesek karena tidak lagi mampu menahan aroma terapi tersebut.
Dan akhirnya kembalilah kita semua ke Pizza Ria Café, uh… kaya’nya kerongkongan ini kering lagi, harus segera diberi sensasi dingin. Dan begitu kita semua beristirahat dan berkumpul lagi, secarik kertas dibagikan ke semua peserta, terdiri dari beberapa soal, yang sangat sulit karena harus dijawab dengan jujur. Soal itu berisi pertanyaan yang unik, sipakah teman yang terkompak, tercuek, terjaim, teribut, menyenangkan, dan 3 orang yang dapat diunggulkan di 12 besar.
Setelah secarik kertas itu diberi ukiran, satu demi satu dibacakan, terdengarlah beraneka macam jawaban yang mungkin terkadang membuat kecewa, tertawa, bahkan akan muncul sanggahan dari seseorang yang menganggap dirinya tidak dapat dikandidatkan seperti itu.
Setelah semua selesai dibacakan, kami semua pun membereskan barang, harus segera minggat dari Pizza Ria Café, kita semua pun pulang, dan kita semua berharap, dapat berkumpul bersama lagi.

my sweetiest face





Cha… cha,,,, icha,, ntu namaqwuuuu,, blog ini bakalan qwu isi dengan segudang karya tulisqwuuu n hasil foto2qwuuuu

about me



Ini merupakan band favoritqwuuuu,, sumpah keren, n qwuuu suka banget stylex….

Band favorit kmuw dalam negriii apa?