Hembusan angin dipagi hari ini, dirangkaian dengan cerahnya sinar matahari yang menembus jendela kamar Chandra. Dengan tersenyum tipis sambil menyingkirkan selimutnya, “aaaaarrrrggghhh!!!!” entah mimpi apa dia semalam, sampai kini tempat tidurnya menjadi basah. Teriakan menggelegar itu disertai rasa panik, membangunkan seluruh warga rumah yang masih menikmati tidurnya. Chandra ini, merupakan cowok keren di sekolah yang penuh dengan talenta, tapi apa kata dunia kalau seluruh warga sekolah tau pagi ini dia ngompol? “Sial… tadi itu aku Cuma mimpi renang, sekarang tempat tidurnya jadi kayak kolam renang!” gerutunya sambil melempar selimutnya yang juga ikut basah. Kamar yang terlihat rapi dan mirip studio musik itu, kini menjadi bau. Maklum, gitaris keren ini, juga menghasilkan urine yang mampu membuat hidung ini bertambah pesek.
“Mama…… Chandra ngompol!” teriaknya memanggil ibunya tanpa rasa malu, cowok 16 tahun ini benar-benar kelewatan. “Chandra…………………… kamu bukan bayi, sapa yang mau beresin tempat tidur kamu hari ini?” “ma… maaf, Chandra khilaf! Pulang sekolah baru Chandra beresin, janji!” katanya sambil menunduk dihadapan ibunya. “Hari ini, kamu nggak usah sekolah, beresin aja kamar kamu, nanti mama ijinin kamu lewat Indra!” “ma… tapi jangan bilang Chandra ngompol yah! Bilang aja sakit!” kata Chandra dengan senyumannya yang sangat lebar. “Sapa juga yang mau bilang-bilang! Malu tau!” kata ibunya lalu meninggalkannya sendiri di kamar.
Di sekolah
“Pagi Indra…. Chandra mana?” tanya Sheila, cewek yang terlihat sangat simpati kepada Chandra, “kok Chandra mulu sih sayang yang ditanyain, Indra kan ada?” kata Indra sambil mengelus dagu Sheila. Chandra dan Indra memang merupakan sahabat dekat, mereka berdua selalu bersama, mereka pun teman sebangku. Banyak yang mengatakan kalau mereka itu partner of crime and kissing, julukan itu sangat pas buat mereka, karena dalam hal kriminal, seperti bolos, nyontek, gangguin orang, berkelahi, dan ngegombal cewek, selalu dilakukan bersama-sama. Tapi sampai detik ini, belum ada satu cewek pun yang berhasil naklukkin hati mereka. Walau pun kesannya mereka nakal, tapi otaknya masih berguna. Chandra yang hobinya ngeband dan penampilannya brutally romantic itu selalu membuat cewek-cewek lose control dan kehilangan malu untuk mendekatinya ataupun memberi perhatian lebih untuk seorang Chandra, sedangkan Indra, cowok yang slengean ini, merupakan anak bintang basket di sekolah, dan memiliki dia juga memiliki hobi bermain futsal. Dia terlalu berani dalam merayu cewek-cewek di sekolah, senyumannya yang sinis dan tatapannya yang tajam, seakan membuat cewek bertanya-tanya, apa maksud dari tatapannya yang dingin itu?
Hari ini bagi Indra terasa sangat sepi, Chandra tidak datang. “Kampreeet! Gue kayak duduk sama setan, temenin gue dong!” pinta Indra kepada Sheila, “kalau Chandra, aku mau… tanpa disuruh, aku inisiatif sendiriiiiiiiii!” “lo kegatelan yah sama Chandra, lo pikir Chandra mau?” “secara, gue kan Sheila!” “terus kalau Sheila kenapa? Sheila On 7?”
Keesokan harinya
Chandra duduk sendiri didepan kelas, “Ndra, kok kemaren gag datang?” tanya Sheila, “kangen?” tanyanya jutek, mendadak indra datang menghampiri mereka, “masih pagi Sheil, kecepetan klu mau ganggu Chandra!” “kenapa sih Ndra? Kan Cuma nanya, nggak ada maksud lain, toh, kita semua temenan, lagian salah yah kalau simpati sama chandra? Atau misalnya aku simpati sama kamu?” tanya sheila dengan emosi, mendadak Chandra berdiri lalu memegang pundak Sheila, “Sheil, aku baik-baik aja, kemaren sakit, kecapean ngeband, makanya nggak datang, sekarang kamu masuk kelas, makasih udah care sama kita!” lalu Sheila meninggalkan Chandra dan Indra. “Thank’s bro! kemaren kenapa lo nggak datang?” tanya Indra sekali lagi dengan memamerkan logat jakartanya, “ngompol bro!” jawab Chandra sambil berbisik, “gila lo…..! klu cewek-cewek pada tau gimana? Malu gue Ndra!” “ibuku juga malu Ndra, masa’ kamu ikut-ikutan malu juga, kesannya ku jadi malu-maluin!” “yah udah, kepaksa gue, untung lo temen gue, bolos yuk!” ajak Indra, “eh… kemaren aku tuh udah nggak sekolah, kalau bolos lagi ketinggalan pelajaran!” “gampang, suruh Sheila ngerjain tugas lo, pasti mau?” akal licik Indra berjalan sangat mulus.
Hari ini, di sekolah, tepatnya di kelas Indra dan Chandra, kedatangan murid baru, siswi yang sangat cantik dan tentunya cerdas. Cewek cantik ini bernama Anggun. Sejak kehadiran cewek itu, Chandra dan Indra tidak pernah bolos lagi, mereka semakin rajin belajar, mereka tidak ingin dicap jelek oleh Anggun, Anggun bagai motivator bagi mereka.
Entah mengapa kelakuan Indra yang selalu ngerayu cewek sudah lenyap bagai ditelan bumi. Bagi Indra, Anggun adalah burung yang terbang-terbang di kepalanya selalu saja mengganggu pikirannya sedangkan bagi Chandra, Anggun bagaikan bintang yang menyinari malamnya dan bagai menyelimutinya di saat dingin.
“Indra, kok gak pernah ajak aku bolos lagi?” tanya Chandra sambil memukul-mukulkan pulpen di atas meja “abis sudah ada pemandangan baru sih!” “maksudmu apa? Jangan bilang Anggun yang mukanya anggun juga?” tanya Chandra dengan wajah yang sedikit garang “ya iyalah, Cuma cowok buta yang bilang dia nggak anggun. Sumpah bro! gue tertarik sampe gak bakalan bolos lagi,” katanya penuh harapan. Wajah Chandra yang biasanya terkesan sangat tampan itu kini berubah menjadi sangat kusut bagaikan kain sutra yang sudah lama tidak terpakai dan berbau sangat apek. Dunia Chandra dan Indra kini berubah, tidak ada lagi kata partner of crime bagi mereka. Mereka adalah rival sejati. Teman sebangku yang akrab dan penuh canda tawa ini kini berubah wujud menjadi siluman tikus dan siluman kucing apapun mereka lakukan untuk mendapatkan perhatian dari Anggun. “Dra, jangan bilang lo ada hati sama Anggun? Kan udah ada tuh Sheila On 7, kenapa harus sama Anggun C. Sasmi,” “tapi Sheila On 7 itu cuma sahabat!”jawab Chandra dengan nada tinggi, “memangnya Anggun mau dijadiin apa?”
Beberapa minggu kemudian
“Oh iya Chandra, tugas matematikamu sudah selesai belum?” tanya Anggun pada Chandra. “udah kenapa mau liat?” tanya Chandra kembali pada Anggun. Mendadak Indra datang memberikan Anggun buku tugas matematikanya, “oh ini udah ada bukunya Indra, makasih sebelumnya yah Chandra!” kata Anggun lalu meninggalkan Chandra dan Indra tanpa jejak kaki. “kamu keterlaluan yah Indra, jangan sok jadi pahlawan deh!” kata Chandra sambil mendorong pundak Indra, seketika emosi Indra langsung melunjak. “Gue Cuma niat ngebantuin,” “keterlaluan tau, pokoknya mulai detik ini ‘You are my enemy’ Indra!”
Hari-hari dilalui dengan rasa benci, seisi sekolah merasa sangat bingung dengan menjauhnya Indra dan Chandra, dua cover boy sekolah itu semakin cuek, tak satupun cewek disekolah yang mereka sapa apalagi rayu. Sheila yang dulunya dekat dengan Chandra, kini menjauh mungkin dia bosan melihat pertengkaran Chandra dan Indra perihal masalah mereka dengan Anggun. Sheila bagai angin lalu di mata Indra dan Chandra.
Sikap dingin keduannya, kini semakin menjadi-jadi, kata-kata kasar selalu terlontar dari mulut mereka. Semakin lama persaingan itu terlihat jelas, Anggun pun sadar Ia menjadi bahan rebutan. Anggun mencoba jujur dia selalu mendekati Chandra dengan perlahan, sikap Anggun itu membuat kepala Chandra semakin besar dan penuh dengan tanda tanya. Hal itu selalu membuat Indra kesal , seakan-akan Chandra lah bintang utama kisah ini inginya Indra memukul Chandra.
Keesokan harinya
Untuk kali ini Anggun mendekati Indra, dengan perlahan dia katakan, kalau detik ini dia sudah punya kekasih. Dia tidak mau melihat Chandra dan Indra bertindak bodoh setiap saat terhadapnya. “Jangan bilang lo jadian sama Chandra?” tanya Indra kesal,” “nggak! Maksudku ngomong gini, pengen buat kalian akur lagi, lagian bodoh sekali perebutin cewek yang udah punya cowok! Kalian cowok keren di sekolah ini, tapi kalau kalian jalannya sendiri-sendiri, gak barengan lagi kelihatannya aneh. Sejenak Indra terdiam, “makasih Anggun, tapi bagi gue dan Chandra, lo tetap motivator.”
Diruang kelas
Saat Chandra berdiam diri di kelas, Indra datang menghampiri teman sebangkunya itu. “Ndra, lo tau nggak kabar gembira hari ini?” tanya Indra lagi dengan senyum sinisnya. “Anggun, dia udah punya pacar kan?” tanya Chandra dengan tampang bodoh “kita berdua buang-buang waktu yah?” tanya Indra, lalu mereka berjalan bersama dan merangkul satu sama lain. “Eh..besok bolos yuuk!” ajak Chandra, “Iya, kangen bolos gue, terus suruh Sheila dan Anggun ngerjain tugas kita!” kata Indra lalu mereka tertawa bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar